DuniaPustaka.com | Gudangnya Buku Gratisan

Tuesday, July 13, 2010

DuniaPustaka.com | Gudangnya Buku Gratisan


Membantu Anak HIV-positif Tetap Sehat

Posted: 12 Jul 2010 08:10 AM PDT

Dokumen ini didownload dari situs web Yayasan Spiritia http://spiritia.or.id/
Membantu Anak HIV-positif Tetap Sehat
Lindungi anak HIV-positif dari infeksi baru. Cucilah tangan sebelum makan atau mengambil obat dan
setelah memakai kamar mandi atau mengganti popok. Pakai hand body untuk menjaga kulit kering dari
keretakan dan infeksi. Potong kuku anak untuk mencegah tergores. Tutupi luka, goresan, dan ruam untuk
mencegah infeksi. Jika mungkin, beritahu guru TK atau sekolah bahwa anak kita mengalami gangguan
kekebalan dan memberi tahu kita segera jika anak lain terserang campak, penyakit gondok atau penyakit
infeksi lain yang terjadi pada masa kanak-kanak. Sayangnya, jika keadaan tidak tepat, maka
pengungkapan ini akan menyebabkan masalah di TK atau sekolah.
Cobalah periksa setiap hari: kuku untuk infeksi jamur; kulit untuk ruam, luka, atau memar; dan mulut
untuk bintik putih yang menunjukkan kandidiasis mulut.
Sikatlah gigi secara teratur atau bersihkan gigi dan bagian dalam mulut bayi dengan lap lembut yang
basah. Jagalah agar mulut bersih dengan memberikan air setelah minum susu. Jangan biarkan bayi tidur
dengan botol susu atau jus. Hindari permen dan berikan vitamin dengan fluoride setiap hari. Anak yang
tidak dapat memerangi infeksi lebih mungkin mengalami gigi berlubang.
Anjurkan diet sehat yang mencakup protein, produk susu (kecuali bila terkena diare; dalam keadaan ini
ganti dengan susu kedelai), sayuran, buah-buahan dan karbohidrat. Beberapa masalah seperti kandidiasis,
kehilangan berat badan, atau masalah pencernaan akan memerlukan diet khusus. Dokter dapat
menganjurkan makanan yang cocok atau merujukkan kita kepada seorang ahli gizi. Walaupun belum ada
penelitian gizi mengenai anak HIV-positif dan sindrom kegagalan perkembangan, formula khusus dengan
kalori tambahan dinyatakan berhasil untuk anak dengan kegagalan berkembang yang disebabkan oleh
faktor lain (seperti malanutrisi atau kelainan hormon pertumbuhan). Satu penelitian pada orang dewasa
menunjukkan, multivitamin yang baik diminum setiap hari dapat memperlambat jalannya penyakit.
Walaupun tidak ada data khusus, banyak ahli gizi menyarankan olahraga setiap hari untuk menjaga otot
tetap sehat dan mencegah hilangnya otot. Istirahat yang cukup juga penting.
Kenali dan pahami obat yang diminum anak kita: apa indikasinya (maksud), petunjuk dan takaran, dan
apakah ada masalah atau efek samping yang harus diperhatikan. Seharusnya apotek dapat memberi kita
petunjuk mengenai obat baru. Bicaralah pada dokter atau perawat sebelum memberikan obat baru
(termasuk yang dibeli tanpa resep) terutama mengenai interaksi obat. Jangan menghentikan pemakaian
obat lebih awal tanpa membahasnya lebih dulu dengan dokter anak. Jika kita juga HIV-positif, ingatlah
anak kita mungkin tidak bereaksi seperti kita terhadap obat. Misalnya, banyak perempuan mengalami
efek samping akibat penggunaan AZT. Namun, untuk alasan yang belum jelas anak kelihatannya lebih
tahan terhadap AZT dibanding orang dewasa (dan jika kita mengalami gangguan saraf, AZT mungkin
salah satu obat yang dapat bermanfaat). Juga, ingatlah efek samping suatu obat yang dialami seseorang,
mungkin tidak dialami orang lain. Setiap pasien akan bereaksi berbeda pada setiap terapi.
Imunisasi yang biasa diberi pada anak sangat penting untuk mencegah penyakit umum anak-anak, yang
dapat berbahaya bagi anak HIV-positif.
Mewaspadai Gejala Penyakit
Sebaiknya kita terus-menerus memantau anak kita untuk tanda atau gejala infeksi, seperti berikut:
???? Perubahan kegiatan. Apakah anak kita mudah lelah, kurang bermain atau tidak bermain sama sekali,
tidur lebih lama, atau suka marah?
???? Demam lebih dari 38,5 derajat perlu dikhawatirkan.
???? Masalah saluran pernapasan. Kesulitan bernapas, napas pendek, bernapas lebih cepat, atau batuk.
???? Sakit atau gelisah. Tarik-menarik telinga, tidak memakai satu tangan atau kaki, berjalan dengan aneh,
suka marah. Walaupun anak-anak tidak berbohong tentang rasa sakit, mungkin mereka tidak sadar
bahwa rasa sakitnya luar biasa atau mungkin anak tidak mampu menyampaikannya kepada kita.
???? Perubahan nafsu makan. Kadang-kadang secara alami, anak-anak melalui berbagai tahapan. Sulit
untuk mengetahui jika anak berusia tiga tahun tidak mau makan karena HIV-nya atau karena ia anak
berusia tiga tahun. Namun, jika anak kita juga menolak makanan yang paling disukainya, ini perlu
dikhawatirkan.
– 2 –
???? Mual atau diare. Hubungi dokter anak bila muntah atau buang air besar lebih dari tiga kali sehari.
???? Kehilangan berat badan atau gagal mencapai berat badan yang seharusnya.
???? Masalah kulit misalnya luka, ruam, bengkak, benjol, kemerahan atau bisul dapat merupakan
pembengkakan atau goresan yang biasa pada masa kanak-kanak, namun sebaiknya tetap dipantau
secara dekat. Kemerahan, bengkak, dan/atau terasa hangat saat disentuh dapat merupakan tanda
infeksi.
???? Hidung berdarah atau sering memar dapat menjadi gambaran suatu penyakit yang disebut
trombositopenia idiopatik (Idiopathic Thrombocytopenia atau ITP). Penyakit ini menunjukkan
rendahnya jumlah trombosit sehingga darah tidak dapat membeku sebagaimana mestinya.
???? Pucat atau kelelahan yang berlebihan dapat disebabkan anemia.
???? Pertumbuhan yang lambat. Terlambat untuk mulai berjalan atau berbicara, dan kesulitan belajar
dapat merupakan tanda adanya masalah pada sistem saraf pusat.
???? Bintik putih dalam mulut merupakan tanda kandidiasis mulut. Dokter anak sebaiknya memeriksa
kalau penyakit ini juga terjadi di tenggorokan. Bila tidak diobati, kandidiasis juga dapat menginfeksi
saluran pencernaan.
Mengatasi Rasa Sakit
Beberapa infeksi oportunistik yang disebabkan oleh AIDS dapat menimbulkan rasa sakit. Anak-anak
jarang berbohong mengenai rasa sakitnya, tetapi dokter sangat ragu untuk meresepkan obat untuk rasa
sakit sampai anak tersebut mendekati kematian (bahkan beberapa anak tetap tidak mendapatkannya). Jika
anak kita menderita rasa sakit, pertama cobalah untuk menenangkannya dan berikan obat tanpa resep,
misalnya panadol. Namun, jika kita merasa perlu obat yang lebih kuat, kita harus memaksa dokter untuk
meresepkannya.
[Sumber: Project Inform Pediatric and HIV/AIDS Hotline Handout, 9 Mei 1994]

Download buku disini

http://www.ziddu.com/download/9528622/www.duniapustaka.com_anak2.pdf.html

Kematian.Biz – 10 Tradisi Aneh dan Mengerikan di Dunia

Posted: 12 Jul 2010 08:09 AM PDT

laka mangkuk. Ini menyebabkan muntah dan cepat hilangnya cairan tubuh, dan yang
terpenting, mematikan anggota tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh yang
bisa menimbulkan kematian.
Akhirnya,pada mummifying biarawan akan mengunci dirinya dalam kubur batu yang ukurannya
hampir tidak lebih besar dari tubuhnya, di mana dia tidak akan bergerak dari posisi
nya.penghubung ke dunia luar adalah tabung udara. Setiap hari ia mengingatkan pada agar
orang-orang di luar bahwa ia masih hidup.

http://www.ziddu.com/download/9528623/duniapustaka.com_10tradisianehdanmengerikandidunia.pdf.html

MOTOR LISTRIK

Posted: 12 Jul 2010 08:04 AM PDT

Motor listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik
menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya, memutar impeller
pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dll. Motor listrik
digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik, fan angin) dan di industri.

http://www.ziddu.com/download/9528746/www.duniapustaka.com_menggantibensinbertimbel.pdf.html

ANTARA FRIENDSTER DAN FACEBOOK

Posted: 12 Jul 2010 08:02 AM PDT

Bukan bermaksud untuk membeda-bedakan antara dua jaring sosial di internet ini, tapi
memang ini berdasarkan pengalaman mang dalam bergabung di kedua sosial network ini
Friendster
Secara umum ini adalah komunitas jaringan sosial network yang paling banyak penggunanya di
Indonesia. Data menurut dari Friendster sendiri beberapa waktu yang lalu, bahwa Indonesia
termasuk pengguna friendster terbanyak dikawasan Asia bersama-sama dengan Philipine.

http://www.ziddu.com/download/9528631/www.duniapustaka.com_antarafriendsterdanfacebook.pdf.html

36 Rekor Terhebat di Miliki Indonesia

Posted: 12 Jul 2010 08:01 AM PDT

1. Letusan Gunung Terdahsyat di dunia. Gunung Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa
meletus bulan April tahun 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity
Index. Letusan tersebut menjadi letusan terbesar sejak letusan danau Taupo pada tahun 181.
Letusan gunung ini terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km). Abu vulkanik jatuh di
Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga
tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000—12.000 di antaranya terbunuh secara langsung
akibat dari letusan tersebut. Bahkan beberapa peneliti memperkirakan sampai 92.000 orang
terbunuh, tetapi angka ini diragukan karena berdasarkan atas perkiraan yang terlalu
tinggi.Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia. Satu tahun
berikutnya (1816) sering disebut sebagai Tahun tanpa musim panas karena perubahan drastis
dari cuaca Amerika Utara dan Eropa karena debu yang dihasilkan dari letusan Tambora ini.
Akibat perubahan iklim yang drastis ini banyak panen yang gagal dan kematian ternak di
Belahan Utara yang menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada abad ke-19.

http://www.ziddu.com/download/9528630/duniapustaka.com_36rekorterhebatdimilikiindonesia-.pdf.html

Download Buku Gratis PRINSIP-PRINSIP EKONOMI ISLAM

Posted: 12 Jul 2010 07:47 AM PDT

Download Buku Gratis PRINSIP-PRINSIP EKONOMI ISLAM

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjccWdRKYdJnfAjhpgaufKkl0u5ymfWk6ZpbyCkLVxCjUnkrh-5i9k8iq6v6zE2uLJOOALKtAJ8dI_3ujvyjBgrseoHYNzCy1G8DFKRTrxq2Q_59WYEWJsMhGfAl7aREpiHu0oUsTRvbrg/s320/halal.jpg

Meskipun ada kesamaan timbulnya kegiatan ekonomi, yakni disebabkan oleh adanya kebutuhan dan keinginan manusia. Namun karena cara manusia dalam memenuhi alat pemuas kebutuhan dan cara mendistribusikan alat kebutuhan tersebut didasari filosofi yang berbeda, maka timbullah berbagai bentuk sistem dan praktik ekonomi dari banyak negara di dunia. Perbedaan ini tidak terlepas dari pengaruh filsafat, agama, ideologi, dan kepentingan politik yang mendasari suatu negara penganut sistem tersebut.

Download buku klik disini

Download Now

Download Buku Gratis PRINSIP-PRINSIP EKONOMI ISLAM

Teknik Budidaya IKAN GURAME

Posted: 12 Jul 2010 07:46 AM PDT

Teknik Budidaya IKAN GURAME

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzeib-qFW6lUp0UoIEL1zLWIWkqwpUcxLle8JNI0J5OsUOOEVdC5TygMgyctfHjm5jyYqkaOK_nWvrItenr05KaLYIcm3mR697gvXDau9gvwH7S41xSZAKFpb_MY4HPr0rcqfXAVZtkLKw/s320/gurame_bakar.jpg
I. SELEKSI INDUK
Ikan gurame sudah bisa dipijahkan pada umur 3 tahun dan pads umur 10 tahun produksi
telur akan mulai menurun.
A. Menentukan Jenis Kelamin
a.1. Kriteria ikan game betina
- Warna badan terang
- Perut membulat
- Badan relatif panjang


b.2. Kriteria ikan gurame jantan
- Warna badan gelap dan agak pucat
- Gerakan lincah
- Perut dekat anus
B. Perbedaan Induk Jantan dan Betina Jantan
- Di dahi terdapat tonjolan/cula
- Pangkal sirip dada bagian dalam
- Dagu warna kuning
- Bila diletakan di lantai pangkal ekor akan mengangkat
Betina
- Didahi tidak terdapat tonjolan/cula
- Pangkal sirip dada bagian dalam berwarna hitam
- Dagu berwarna keputih-putihan atau sedikit coklat
- Bila diletakan dilantai tidak ada reaksi
C. Ciri -ciri induk sudah matang gonad
- Perut membesar kearah belakang
- Anus akan nampak putih kemerahan
- Jika perut diraba akan terasa lembek

Download buku klik disini

Download Now

KEHIDUPAN TIDAK PASTI, NAMUN KEMATIAN ITU PASTI (LIFE IS UNCERTAIN, DEAD IS CERTAIN)

Posted: 12 Jul 2010 07:45 AM PDT

KEHIDUPAN  TIDAK  PASTI, NAMUN  KEMATIAN  ITU  PASTI
(LIFE IS UNCERTAIN, DEAD IS CERTAIN)
Oleh: Ven. Dr. K. Sri Dhammananda
Penerjemah : Tidak tercantum
Sang Buddha bersabda: ?Kehidupan tidak pasti, namun kematian itu pasti?. Setelah menyadari
dengan jelas bahwa kematian pasti akan datang dan merupakan suatu akhir yang wajar, serta
harus dihadapi setiap makhluk maka sebenarnya kita tidak perlu takut akan kematian. Namun,
kenyataannya masih banyak diantara kita yang merasa takut menghadapinya. Karena itu kita
tidak ingin mengingat-ingat bahwa kematian itu tak terelakkan dan kita ingin terus melekat pada
kehidupan tercinta ini.
Lahirnya seorang anak ke dunia membawa kebahagiaan dan kegembiraan bagi seluruh sanak
keluarganya. Bahkan, sang ibu merasa sangat puas dan bahagia walau ia harus menanggung
penderitaan yang hebat pada saat melahirkan. Ia merasa semua kesulitan dan penderitaan yang
dialaminya cukup berharga untuk itu. Namun, sang anak pada waktu kelahirannya di dunia ini
juga menunjukkan penderitaan yang turut ditanggungnya dengan menangis.
Kemudian sang anak tumbuh menjadi remaja dan dewasa. Ia melakukan berbagai perbuatan baik
dan buruk. Dari dewasa kemudian menjadi tua dan akhirnya mengucapkan selamat tinggal pada
dunia ini dengan meninggalkan sanak keluarga dalam kesedihan yang dalam. Demikianlah alur
kehidupan seorang manusia yang senantiasa berusaha membebaskan diri dari perangkap kematian
ini, namun tak seorangpun yang mampu mengatasinya. Dengan pikiran yang berputar-putar di
sekitar tabungan kekayaan yang telah dikumpulkannya dan terus-menerus mengkhawatirkan
anak-anak tersayang yang berkumpul mengelilinginya, serta tidak ketinggalan pula selalu
menjaga dan memperhatikan kesehatan tubuhnya.
Akan tetapi walaupun telah dirawat dengan hati-hati dan penuh perhatian, tetap akan kian lapuk
dan melemah, yang akhirnya menimbulkan suatu kesedihan harus berpisah dengan tubuhnya
tercinta. Hal demikian memang sukar diterima oleh kita, namun tak dapat dihindarkan oleh setiap
orang, dan cara yang biasa ditempuh oleh kebanyakan orang dalam meninggalkan dunia ini
adalah dengan keluh kesah dan ratap tangis. Kematian yang datang tiba-tiba telah dipandang
sangat menakutkan, dan sikap ini timbul karena ketidak-tahuan mereka.
RASA TAKUT TERHADAP KEMATIAN
Manusia merasa terganggu bukan hanya diakibatkan oleh sebab-sebab dari luar, tetapi juga oleh
sebab-sebab dari dalam, seperti misalnya pandangan mereka terhadap kematian. Hal ini
sebenarnya tidak perlu ditakutkan, karena rasa takut dan ngeri hanya muncul di dalam pikiran
kita. Keharusan untuk menerima kenyataan akan penderitaan sering menyakitkan, terutama bagi
pikiran yang tidak mampu menghadapinya. Namun, hal ini dapat membantu mengurangi atau
menghilangkan perasaan takut dalam menghadapi kematian. Sekali kehidupan dimulai, akan terus
berlangsung seperti peluru yang meluncur menuju ke sasarannya, yaitu kematian.
Setelah menyadari hal ini, kita harus berani berhadapan muka dengan kefanaan kita sendiri, dan
apabila kita ingin dipandang sebagai manusia yang bebas dalam kehidupan, maka kita harus
bebas dari rasa takut terhadap kematian. Kita telah mengetahui bahwa ilmu pengetahuan
mengajarkan tentang proses kematian, yakni bahwa kematian hanya merupakan suatu proses
pelapukan fisik dari tubuh manusia. Karena itu kita tidak perlu membohongi diri sendiri dengan
bayang-bayang atau khayalan-khayalan menyeramkan yang tak pernah terwujud. Seorang dokter
termasyur, Sir Williams Oslet mengatakan: ?Menurut pengalaman saya yang cukup lama di
bidang kedokteran, sebenarnya banyak orang yang meninggal tanpa rasa sakit atau takut.?
Seorang perawat berpengalaman menceritakan pengalamannya sebagai berikut: ?Bagiku selalu
tampak sebagai suatu tragedi besar bahwa demikian banyak orang yang sepanjang hidup mereka
dihantui ketakutan akan kematian, namun ketika saatnya tiba mereka akan menyadari bahwa
kematian sama wajarnya seperti kehidupan itu sendiri dan hanya sedikit orang yang merasa takut
pada saat menjelang kematiannya. Sepanjang pengalaman saya, hanya satu orang yang
kelihatannya merasa ngeri, yakni seorang wanita yang telah berbuat salah terhadap saudara
perempuannya, dan kesalahan itu sudah terlambat untuk diperbaiki kembali. Sesuatu yang indah
dan mengherankan terjadi pada mereka yang telah tiba di penghujung jalan kehidupan mereka;
semua rasa takut dan kengerian hilang lenyap. Saya seringkali mengamati kebahagiaan yang
terpancar dari mata mereka pada saat-saat terakhir kehidupan mereka.
Kemelekatan terhadap kehidupan di dunia telah menciptakan rasa takut yang tidak wajar atas
kematian, juga dapat menciptakan orang-orang Hypochordriac, yakni orang yang tidak pernah
berani mengambil resiko, bahkan untuk sesuatu yang benar sekalipun. Orang-orang seperti itu
hidup dalam ketakutan bahwa sesuatu penyakit atau kecelakaan dapat memutuskan hidup mereka
yang begitu berharga dan sangat dicintainya. Dengan menyadari bahwa kematian tidak
terelakkan, maka orang-orang yang mencintai hidup di dunia ini akan pergi berdoa untuk
menyatakan harapan mereka, agar jiwa mereka diterima di surga. Namun, tak seorangpun dapat
berbahagia dengan godaan rasa takut dan harapan seperti itu. Akan tetapi nampaknya sukar bagi
kita untuk mencela atau tidak mau tahu atas segala perwujudan naluriah untuk keselamatan diri
mereka tersebut.
Hanya ada satu cara untuk mengatasi hal tersebut, yakni dengan cara melupakan kepentingan
pribadi dan berusaha menolong orang lain disertai pancaran kasih sayang dari dalam diri kita,
yaitu dengan mengembangkan pelayanan kemanusiaan dan mencurahkan kasih sayang terhadap
semua makhluk. Karena melalui peningkatan pelayanan terhadap orang lain, maka anda akan
segera menyadari sendiri bahwa segala harapan dan kemelekatan yang mementingkan diri sendiri,
kesombongan dan anggapan hanya diri sendiri benar adalah tidak bermanfaat sama sekali.
PENYAKIT DAN KEMATIAN
Diserang penyakit ataupun kematian merupakan gejala-gejala yang wajar dari peristiwa-peristiwa
dalam kehidupan kita dan semua itu harus diterima dengan keseimbangan batin. Menurut teori
Ilmu Jiwa Modern, tekanan mental yang berat dan hebat disebabkan oleh penolakan kita untuk
menghadapi dan menerima kenyataan-kenyataan hidup. Tekanan-tekanan tersebut bila tidak
diatasi akan dapat menimbulkan penyakit fisik yang hebat, dan apabila kita membiarkan perasaan
cemas dan sedih yang tidak pada tempatnya dalam menghadapi suatu masalah, malah akan dapat
memperburuk keadaan.
Kematian tidak seharusnya ditakuti oleh mereka yang bersih dalam pikiran dan perbuatan. Kita
hanya merupakan bagian kehidupan dari alam semesta, oleh karena itu pada hakekatnya tidak ada
suatu pribadi individu yang meninggal dunia. Sisa-sisa karma sebagai hasil buruk yang muncul
dari perbuatan jahat di masa lampau dapat mengikuti kita pada kelahiran kita yang berikutnya,
dan menyebabkan kita harus memikul penderitaan akibat karma pada kehidupan yang lalu.
Kejadian semacam itu dapat dihindari jika kita selalu berusaha mengumpulkan jasa-jasa
kebaikan, dengan cara menjalani kehidupan yang baik dan banyak melakukan perbuatan baik di
mana saja dan setiap saat bila memungkinkan. Dengan melakukan hal itu kita dapat menghadapi
masa depan tanpa rasa takut dan penuh keyakinan. Kita harus berani menghadapi dan menerima
kenyataan, sesuai dengan ajaran Sang Buddha bahwa tidak ada ?Juru Selamat? yang dapat
diserahkan untuk memikul beban kita agar terbebas dari akibat perbuatan jahat yang pernah kita
lakukan.
Kita harus kerapkali mengingatkan diri sendiri akan nasihat Sang Buddha: ?Jadikanlah dirimu
sebagai pulau dan pelindung bagi dirimu sendiri dengan bekerja dan berusaha yang giat?. Umat
Buddha tidak seharusnya tenggelam ke dalam ratap tangis dan kesedihan yang hebat dalam
menghadapi kematian dari sanak saudara ataupun teman-teman mereka, karena roda kehidupan
terus berputar tanpa hentinya. Bila seseorang meninggal dan hasil perbuatannya (karma)
menjadikannya suatu makhluk baru, mereka yang ditinggalkan harus menerima kematian tersebut
dengan ketenangan, keluhuran budi dan pengertian bahwa kematian hanya merupakan suatu
proses yang tak terhindarkan di dunia ini.
Hal ini merupakan sesuatu yang pasti terjadi di alam semesta, dan kita tahu bahwa hutan bisa
menjadi kota dan kota dapat menjadi padang pasir, serta gunung dapat berubah menjadi danau.
Ketidak pastian terdapat di mana-mana, namun hanya ada satu hal yang pasti, yakni ?kematian?
dan semua hal lain hanyalah bersifat sementara. Kita semua mempunyai nenek moyang dan
nenek moyang kita pun mempunyai nenek moyang juga, namun di mana mereka kini berada?
Mereka telah pergi ke ?Gerbang Kematian?.
Janganlah menganggap bahwa pandangan pesimis terhadap kehidupan yang dimunculkan di sini
merupakan pandangan yang paling sesuai dengan kenyataan dari semua kenyataan. Untuk apa
kita menghindari diri dari kenyataan dan menutup mata kita terhadap suatu kenyataan yang sudah
pasti, karena bukankah kematian itu mencakup segala hal? Maka janganlah kita sampai
melupakannya. Peranan kematian adalah untuk menyadarkan setiap manusia akan akhir
kehidupannya, bahwa betapa tinggi pun tempatnya, apapun bantuan teknologi ataupun Ilmu
Kedokteran yang dimilikinya, pada akhirnya tetap harus mengalami hal yang sama, apakah di
dalam kubur ataupun menjadi segenggam debu. Haruskah karena hal itu kita kemudian
mengenakan kain karung dan meratapi kehidupan yang telah menjadi debu? Tidak! Hal demikian
bukanlah merupakan tujuan hidup, bukan pula tujuan dari kematian, karena proses kelahiran dan
kematian akan terus berlangsung hingga kita mencapai kesempurnaan batin.
EKSISTENSI PENGARUH MANUSIA
Sang Buddha berkata: ?Tubuh manusia dapat berubah menjadi debu, namun pengaruhnya tetap
bertahan?. Pengaruh kehidupan yang telah berlalu kadang-kadang dapat menjangkau waktu yang
lebih jauh dan lebih potensial bila dibandingkan dengan masa hidup seseorang yang mempunyai
batas-batas waktu tertentu. Seringkali kita bertindak berdasarkan ilham dari kepribadiankepribadian
yang pemiliknya telah menjadi debu. Dalam tindak-tanduk kita hasil-hasil pikiran
mereka juga memainkan peranan penting. Setiap manusia yang hidup di dunia ini dapat dikatakan
merupakan susunan dari semua nenek moyang yang telah mendahului kita. Dengan anggapan
semacam ini, maka para pahlawan di masa lampau, para filsuf terkemuka, para pertapa, penyair
dan para seniman musik dari keturunan apapun, karya mereka tetap ada bersama kita.
Bila kita menghubung-hubungkan diri sendiri dengan orang-orang suci dan para pemikir di masa
lampau kita dapat memperoleh kebijaksanaan hasil pemikiran mereka, ide-ide mulia mereka dan
bahkan musik klasik yang abadi. Karena walaupun tubuh mereka sudah lama musnah, namun
pengaruh mereka masih tetap hidup hingga kini. ?Tubuh? ini bukan merupakan apa-apa selain
perwujudan abstrak dari kombinasi unsur-unsur kimia yang terus-menerus berubah. Maka insan
manusia yang menyadari bahwa hidup mereka hanya seperti setetes air di sungai yang terus
mengalir, akan merasa bahagia bila dapat memberi andil bagi arus besar yang disebut kehidupan.
Insan manusia yang lupa akan kewajaran hidup mereka akan terhempas di dunia ini. Ia meratap,
bersedih dan kadang-kadang tersenyum hanyalah untuk menangis kembali. Namun bila ia
menyadari akan kewajaran hidup yang sesungguhnya, maka ia akan melepaskan semua bendabenda
yang bersifat sementara untuk mencari keabadian, ia harus menghadapi kematian yang
berulang-ulang, karena kematian itu sendiri sukar untuk dihindari. Tidakkah manusia harus
berusaha untuk mengatasi putaran kelahiran dan kematian yang terus-menerus ini?
Menurut agama Buddha, kehidupan kita bukanlah kehidupan pertama atau terakhir yang harus
kita jalani di dunia ini. Jika kita berbuat baik, maka akan mendapatkan hidup yang lebih baik
pada kehidupan mendatang. Di samping itu, bila kita tidak ingin terlahir kembali, maka harus
berjuang mencapai kebebasan akhir dengan selalu berusaha mengikis semua kekotoran batin yang
ada pada pikiran kita.
FILSAFAT AGAMA BUDDHA
Para orang suci yang telah mencapai tingkat kesempurnaan tertinggi tidak meratapi meninggalnya
sanak kerabat mereka, karena mereka telah mengikis habis semua emosi manusiawinya. Yang
Ariya Arahat Anuruddha tidak menangis ketika Sang Buddha Gotama wafat, namun Yang Ariya
Ananda yang ketika itu baru mencapai tingkat kesucian Sotapanna atau Yang Masih Belajar, telah
menunjukkan kesedihannya. Bhikkhu Ananda yang bersedih tersebut masih harus diingatkan
mengenai pandangan Sang Buddha terhadap kematian melalui kata-kata sebagai berikut:
?Ananda, bukankah Sang Buddha pernah mengatakan pada kita bahwa segala sesuatu yang
dilahirkan, yang muncul, yang terbentuk, akan lenyap kembali? Ini merupakan sifat dari semua
bentuk yang bersyarat, yakni muncul dan akan lenyap kembali. Dengan menyadari bahwa semua
itu akan lenyap kembali, maka muncullah kedamaian dan kemuliaan?. Kata-kata ini menguraikan
suatu dasar yang di atasnya dibangun bangunan Filsafat Agama Buddha.
PENYEBAB KESEDIHAN
Sebab dari kesedihan dan penderitaan kita ialah kemelekatan (Tanha) dalam segala bentuknya.
Jika kita ingin menghentikan kesedihan, maka kita harus membuang kemelekatan, baik
kemelekatan terhadap manusia maupun terhadap harta benda. Hal ini merupakan pelajaran
kebenaran tentang kematian, karena kematian akan menyerang dan mengisi hidup kita dengan
kengerian, kecuali bila kita telah dapat memahaminya. Kenyataan ini dengan indah telah
dibabarkan oleh Sang Buddha melalui sabda berikut ini: ?Kematian akan menyeret manusia yang
melekat pada anak-anak dan harta bendanya, bagaikan banjir besar menyeret desa yang tertidur?.
Dalam peribahasa tersebut tersirat makna bahwa bila desa itu tidak tertidur namun terjaga dengan
waspada, maka kerugian yang ditimbulkan oleh banjir tersebut akan dapat berkurang jauh.
KEMATIAN BERLAKU BAGI SELURUH ALAM SEMESTA
Marilah kita melihat bagaimana Sang Buddha menyelesaikan masalah kematian yang menimpa
diri dua orang, yang karena kemelekatan mereka telah menderita kesedihan hebat akibat adanya
kematian. Pertama adalah kisagotami yang putra tunggalnya meninggal dunia setelah digigit
seekor ular. Ia pergi menemui Sang Buddha sambil menggendong mayat putranya untuk
memohon pertolongan agar menghidupkannya kembali. Sang Buddha memintanya membawa
segenggam biji lada dari satu keluarga yang tidak pernah mengalami kematian, namun ia tidak
dapat menemukan keluarga seperti itu. Setiap rumah yang didatangi sedang berkabung atau
pernah berkabung atas kematian orang tua ataupun sanak saudara mereka. Akhirnya ia dapat
menyadari kenyataan hidup yang pahit ini. Kematian berlaku dimana-mana. Kematian akan
menyerang semua makhluk dan tak satupun yang dapat terlolos darinya. Karena itu kesedihan
merupakan warisan bagi semua orang.
Orang kedua yang mendapat pertolongan dan bimbingan Sang Buddha adalah Patacara. Hal yang
dialaminya jauh lebih menyedihkan, yakni dalam waktu yang singkat ia telah kehilangan kedua
putranya, suami, saudara, orang tua, dan seluruh harta bendanya, bahkan kehilangan akalnya. Ia
berlari-lari dengan bertelanjang dan liar di jalan-jalan hingga akhirnya berjumpa dengan Sang
Buddha. Sang Buddha telah membuatnya waras kembali dengan menjelaskan bahwa kematian
harus dapat kita terima sebagai suatu gejala yang wajar bagi setiap makhluk hidup.
Sang Buddha berkata: ?Engkau telah menderita dari keadaan yang serupa bukan hanya sekali,
Patacara. Namun telah berulang kali selama kelahiran-kelahiran terdahulu. Untuk waktu yang
lama sekali engkau telah menderita akibat kematian ayah dan ibu, anak dan sanak kerabat.
Selama engkau menderita telah meneteskan air mata lebih banyak dibandingkan dengan air yang
ada di samudra?.
Pada akhir pembicaraan tersebut, Patacara menyadari akan ketidak-pastian dari kehidupan ini.
Baik Patacara maupun Kisagotami dapat memahami penderitaan dari pengalaman tragis mereka
sendiri. Dengan menyadari sungguh-sungguh akan Kesunyataan Mulia yang pertama yakni
?Penderitaan?, maka ketiga Kesunyataan Mulia lainnya juga akan dapat dipahami. Sang Buddha
bersabda: ?Barang siapa yang mengerti akan penderitaan, juga akan mengerti munculnya
penderitaan, lenyapnya penderitaan dan jalan untuk melenyapkan penderitaan?.
LIMA KELOMPOK KEHIDUPAN
Kematian menurut definisi yang terdapat dalam kitab suci Agama Buddha adalah hancurnya
Khanda. Khanda adalah lima kelompok yang terdiri dari pencerapan, perasaan, bentuk-bentuk
pikiran, kesadaran dan tubuh jasmani atau materi. Keempat kelompok yang pertama adalah
kelompok batin atau NAMA yang membentuk suatu kesatuan kesadaran. Kelompok kelima
adalah RUPA, yakni kelompok fisik atau materi. Gabungan batin dan jasmani ini secara umum
dinamakan individu, pribadi atau ego. Sebenarnya apa yang ada bukanlah merupakan suatu
individu yang berwujud seperti itu. Namun dua unsur pembentuk utama, yakni NAMA dan
RUPA hanya merupakan fenomena belaka. Kita tidak melihat bahwa kelima kelompok ini
sebagai fenomena, namun menganggapnya sebagai pribadi karena kebodohan pikiran kita, juga
karena keinginan terpendam untuk memperlakukannya sebagai pribadi serta untuk melayani
kepentingan kita.
Kita akan mampu melihat segala sesuatu sebagaimana adanya, bilamana memiliki kesadaran dan
keinginan untuk melakukannya, yakni bila kita ingin melihat ke dalam pikiran sendiri dan
mencatat dengan penuh perhatian (Sati). Mencatat secara objektif tanpa memproyeksikan suatu
ego ke dalam proses ini dan kemudian mengembangkan latihan tersebut untuk waktu yang cukup
lama, sebagaimana telah diajarkan oleh Sang Buddha dalam SATIPATHANA SUTTA. Maka
kita akan melihat bahwa kelima kelompok ini bukan sebagai suatu pribadi lagi, melainkan
sebagai suatu serial dari proses fisik dan mental. Dengan demikian kita tidak akan menyalahartikan
kepalsuan sebagai kebenaran. Lalu kita akan dapat melihat bahwa kelompok-kelompok
tersebut muncul dan lenyap secara berturut-turut hanya dalam sekejap, tak pernah sama untuk dua
saat yang berbeda; tak pernah diam namun selalu dalam keadaan mengalir; tak pernah dalam
keadaan yang sedang berlangsung namun selalu dalam keadaan terbentuk.
Masa berlangsungnya kelompok-kelompok mental ini sangat singkat sedemikian rupa, sehingga
selama satu kilatan cahaya halilintar telah terjadi beribu-ibu bentuk pikiran atau saat berpikir
yang berturutan dalam pikiran kita. Kelompok materi atau jasmani berlangsung sedikit lebih
lama, yakni kira-kira tujuh belas kali dari saat berpikir tersebut. Karena itu setiap saat sepanjang
kehidupan kita, bentuk-bentuk pikiran muncul dan lenyap. Lenyapnya yang dalam waktu sekejap
mata ini merupakan suatu bentuk dari kematian.
Lenyapnya elemen-elemen dalam waktu sekejap ini tidaklah jelas, karena kelompok-kelompok
yang berturutan akan muncul dengan segera untuk menggantikan yang lenyap, dan mereka inipun
muncul dan lenyap sebagaimana terjadi dengan hal-hal terdahulu. Inilah yang kita katakan
sebagai ?Terus berlangsungnya kehidupan?.
Namun dengan berjalannya waktu, maka kelompok materi atau jasmani kehilangan kekuatannya
dan mulai terjadi kelapukan. Saatnya akan tiba di mana kelompok-kelompok ini tidak dapat
berfungsi lebih lanjut, dan menurut istilah yang biasa dipakai inilah akhir dari suatu kehidupan
yang kita sebut sebagai ?Terjadinya kematian?.
KELAHIRAN KEMBALI
Namun, keempat kelompok mental, yaitu: kesadaran dan ketiga kelompok mental lainnya yang
membentuk ?NAMA? atau ?KESATUAN KESADARAN? akan terus berlangsung tanpa
berhenti. Muncul dan lenyap seperti semula, walaupun tidak pada tempat yang sama, karena
tempat terdahulu telah tiada. Kelompok-kelompok mental ini harus segera menemukan suatu
landasan fisik yang baru seperti saat sebelumnya agar ia dapat berfungsi dengan serasi. Hukum
karmalah yang melakukan kesemua ini, yakni dengan segera menempatkan kembali kelompokkelompok
tersebut, yang kita kenal sebagai ?KELAHIRAN KEMBALI?.
Akan tetapi perlu kita ketahui bahwa sesuai dengan Ajaran Agama Buddha, tidak dikenal adanya
perpindahan jiwa suatu inti dari satu tubuh ke tubuh lainnya. Menurut filsafat agama Buddha, apa
yang sesungguhnya terjadi adalah bahwa ?JAVANA? atau ?PROSES BERPIKIR AKTIF YANG
TERAKHIR? dari orang yang meninggal dunia telah melepaskan kekuatan-kekuatan tertentu,
yang bervariasi sesuai dengan kesucian dari kelima saat berpikir Javana dalam serial tersebut
(Lima, bukannya tujuh saat berpikir Javana seperti pada keadaan normal). Kekuatan-kekuatan ini
disebut ?KAMMA VEGA? atau ?TENAGA KARMA? yang mendekatkan diri pada suatu
landasan materi yang dihasilkan oleh sepasang orang tua dalam rahim seorang ibu. Kelompok
materi dalam gabungan benih ini harus memiliki sifat yang sesuai untuk menerima jenis tertentu
dari tenaga karma tersebut.
Pendekatan diri dengan cara ini dari berbagai jenis kelompok jasmani yang dihasilkan oleh
sepasang orang tua, terjadi melalui bekerjanya kematian yang memberikan suatu peluang bagi
kelahiran kembali yang menguntungkan pada seseorang yang meninggal dunia. Namun pikiran
yang tidak baik akan menghasilkan suatu kelahiran kembali yang tidak menyenangkan.
KUMPULAN UNSUR DAN TENAGA
Secara singkat dapat kita katakan bahwa kombinasi dari kelima kelompok disebut ?kelahiran?.
Munculnya kelompok-kelompok tersebut dalam suatu kumpulan disebut ?kehidupan?, sedangkan
lenyapnya kelompok-kelompok tersebut disebut ?kematian?, dan penggabungan kembali
kelompok-kelompok ini disebut ?kelahiran kembali?. Namun tidaklah mudah bagi seorang
manusia biasa untuk mengerti bagaimana kelompok-kelompok tersebut bergabung kembali.
Dalam hal ini pengertian yang benar akan sifat tenaga-tenaga karma, mental dan unsur-unsur,
serta kerja sama tenaga-tenaga alam semesta adalah sangat penting kita ketahui. Bagi sementara
orang kejadian yang sederhana dan wajar ini, yakni kematian hanya berarti meleburnya kelima
unsur dengan kelima unsur yang sama, sehingga menurut mereka tidak ada yang tersisa.
Sementara itu ada pula kelompok orang yang berpendapat bahwa kematian adalah berpindahnya
jiwa dari satu tubuh ke tubuh lainnya. Ada juga kelompok yang menganggap kematian itu
merupakan masa transisi yang tak terbatas dari jiwa, atau dengan kata lain kematian adalah
menunggu hari pengadilan (akhir). Bagi umat Buddha, kematian hanya merupakan akhir
sementara dari gejala yang bersifat sementara, dan kematian bukan merupakan kemusnahan total
dari suatu makhluk.
SEBAB-SEBAB TERJADINYA KEMATIAN
Menurut agama Buddha, kematian dapat terjadi disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
(i) Kematian dapat disebabkan oleh habisnya masa hidup sesuatu makhluk tertentu.
Kematian semacam ini disebut ?AYU-KHAYA?.
(ii) Kematian yang disebabkan oleh habisnya tenaga karma yang telah membuat
terjadinya kelahiran dari makhluk yang meninggal tersebut. Hal ini disebut
?KAMMA-KHAYA?.
(iii) Kematian yang disebabkan oleh berakhirnya kedua sebab tersebut di atas, yang
terjadi secara berturut-turut. Disebut ?UBHAYAKKHAYA?.
(iv) Kematian yang disebabkan oleh keadaan luar, yaitu: kecelakaan, kejadian-kejadian
yang tidak pada waktunya, atau bekerjanya gejala alam dari suatu karma akibat
kelahiran terdahulu yang tidak termasuk dalam butir (iii) di atas. Disebut
?UPACHEDAKKA?.
Ada suatu perumpamaan yang tepat sekali untuk menjelaskan keempat macam kematian ini, yaitu
perumpamaan dari sebuah lampu minyak yang cahayanya diibaratkan sebagai kehidupan.
Cahaya dari lampu minyak dapat padam akibat salah satu sebab berikut ini:
(i) Sumbu dalam lampu telah habis terbakar. Hal ini serupa dengan kematian akibat
berakhirnya masa hidup suatu makhluk.
(ii) Habisnya minyak dalam lampu seperti halnya dengan kematian akibat berakhirnya
tenaga karma.
(iii) Habisnya minyak dalam lampu dan terbakar habisnya sumbu lampu pada saat
bersamaan, sama halnya seperti kematian akibat kombinasi dari sebab-sebab yang
diuraikan pada butir (i) dan (ii) di atas.
(iv) Pengaruh dari faktor luar, misalnya ada angin yang meniup padam api lampu. Sama
halnya seperti kematian yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar.
Oleh karena itu karma bukan merupakan satu-satunya sebab dari kematian. Dalam Anguttara
Nikaya dan Kitab-kitab lainnya, Sang Buddha menyatakan dengan pasti bahwa karma bukan
merupakan penyebab dari segala hal.
CARA MENGHADAPI KENYATAAN
Bagaimana cara terbaik bagi seseorang dalam menghadapi peristiwa kematian yang tak
terelakkan ini? Terlebih dahulu kita harus menyadari dan merenungkan bahwa kematian akan dan
pasti tiba dalam waktu yang cepat atau lambat. Akan tetapi hal ini bukanlah berarti umat Buddha
harus memandang kehidupan dengan suram, karena kematian merupakan kenyataan dan harus
dihadapi oleh setiap makhluk. Buddha-Dhamma adalah suatu agama atau Ajaran yang dapat
diterima oleh akal pikiran dan umat Buddha dilatih untuk menghadapi kenyataan yang kadangkadang
tidak menyenangkan. Guru Nanak berkata: ?Dunia mencemaskan kematian, tetapi bagiku
kematian itu membawa kebahagiaan?. Hal ini jelas menunjukkan bahwa orang-orang besar dan
mulia tidak takut akan kematian, dan mereka selalu siap menghadapinya. Banyak orang besar
yang telah mengorbankan hidup mereka demi kesejahteraan dan kebahagiaan orang banyak.
Nama-nama mereka tercatat dalam sejarah dunia dengan tinta emas.
Pemimpin besar Amerika, Saul Alinsky berkata: ?Satu hal terpenting yang pernah saya pelajari
adalah bahwa saya akan mengalami kematian, dan sekali anda dapat menerima kematianmu
sendiri, maka seketika itu juga anda bebas untuk hidup. Anda tidak lagi peduli dan selama hidup
dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk mencapai suatu tujuan yang anda yakini?. Hal
ini merupakan cara pribadi-pribadi besar memandang konsep tentang kematian.
KEMATIAN TAK TERELAKKAN
Tampaknya agak bertentangan bahwa meskipun kita seringkali melihat kematian yang
menghentikan kehidupan, namun kita jarang sekali berhenti untuk merenungkan bahwa kitapun
dapat dengan segera menjadi korban maut. Karena keterikatan kita yang kuat terhadap kehidupan,
maka merasa segan untuk membawa-bawa pikiran yang menakutkan tersebut. Walaupun
merupakan suatu kenyataan bahwa kematian adalah suatu kejadian yang pasti. Namun kita lebih
suka menyingkirkan pikiran yang menakutkan ini sejauh mungkin, dan menipu diri sendiri
dengan menganggap bahwa kematian hanya merupakan gejala yang jauh dan tidak perlu
dirisaukan. Kita harus mempunyai cukup keberanian untuk menghadapi kenyataan tersebut dan
harus siap menerima bahwa kematian merupakan kejadian yang nyata. Jika kita dapat menghargai
peristiwa seperti itu dan melengkapi diri dengan kesadaran bahwa kematian merupakan suatu
peristiwa tak terelakkan, yang harus diterima sebagai suatu kejadian biasa dan bukan merupakan
suatu peristiwa yang menakutkan, maka kita akan mampu menghadapi, bilamana peristiwa itu
tiba, dengan ketenangan, keberanian dan kepercayaan diri.
TUGAS DAN KEWAJIBAN KITA
Setelah mengetahui bahwa kematian akan menghampiri kita pada suatu saat, maka kita harus
dapat memutuskan dengan ketenangan, keberanian dan kepercayaan diri yang sama untuk
melepaskan tugas dan kewajiban kita pada generasi penerus. Kita tidak boleh berleha-leha dan
menunda hingga besok hal-hal yang dapat kita kerjakan hari ini. Kita harus dapat menggunakan
waktu dengan sebaik-baiknya dan menjalankan kehidupan yang bermanfaat. Tugas terhadap istri
atau suami dan anak-anak harus dijalankan dalam waktu yang sama. Kita harus melaksanakan
keinginan dan wasiat terakhir tanpa menunggu saat-saat yang terakhir, sehingga di kemudian hari
tidak menimbulkan kesulitan dan masalah akibat dari kelalaian kesulitan dan masalah akibat dari
kelalaian itu. Kematian dapat memanggil setiap saat dan tidak mengenal waktu, oleh sebab itu
kita harus mampu menghadapi saat-saat terakhir dengan berani dan tenang.
KESERAKAHAN DAN KEBODOHAN
Dapatkah kematian diatasi? Jawabannya adalah dapat! Kematian terjadi karena adanya kelahiran.
Hal ini merupakan dua mata rantai dalam lingkaran kehidupan yang dikenal dengan nama
?PATTICA SAMUPPADA?, dan keseluruhannya ada dua belas mata rantai dalam lingkaran
tersebut, yang beberapa di antaranya adalah KILESA atau KEKOTORAN BATIN. Beberapa
karma atau perbuatan menimbulkan VIPAKA atau HASIL (dalam lingkaran kehidupan ini) dan
VIPAKA ini terjadi berulang-ulang. Pengulangan dari kelahiran yang tak terhitung ini disebut
SAMSARA. Jika kita ingin menghentikan lingkaran kehidupan ini hanyalah dengan cara
memotongnya pada tahap kekotoran batin, yaitu: AVIJJA (kebodohan) dan TANHA (nafsu
keinginan). Inilah akar-akar dalam lingkaran kelahiran yang harus dimusnahkan, karena itu jika
kita dapat memotong nafsu keinginan dan kebodohan, maka kelahiran akan dapat diatasi dan
sekaligus kematian juga dapat diatasi, sehingga Samsara teratasi dan tercapailah NIBBANA.
SEGALA SESUATU ADALAH TIDAK PASTI
Kita harus berusaha mengerti bahwa segala sesuatu dalam alam semesta ini adalah tidak pasti.
Kehidupan hanyalah suatu khayalan dan bayangan. Bila kita mengadakan analisa terhadap segala
sesuatu, baik secara ilmu pengetahuan ataupun secara filosofis, maka akhirnya kita tidak akan
menemukan apa-apa, kecuali kekosongan.
Menurut Sang Buddha, ketidak-kekalan, ketidak-puasan dan ketidak-mampuan untuk menguasai
di dalam segala hal merupakan gejala yang wajar dalam alam semesta ini. Mereka yang telah
memahami ketiga sifat ini akan terbebas dari ketakutan yang tidak perlu, ketegangan, kekecewaan
dan kesedihan. Hanya dengan menyadari kebenaran universal inilah kita akan dapat
mempertahankan kedamaian dan ketenangan di dalam diri kita.
???

http://www.ziddu.com/download/9529897/nda_Kehidupan_Tidak_Pasti_Namun_Kematian_itu_Pasti.pdf.html

Buku Gratis KIAT SEHAT DI USIA SENJA

Posted: 12 Jul 2010 07:23 AM PDT

Buku Gratis KIAT SEHAT DI USIA SENJA

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipIxD-ccynuxmiQKlzqU5j-A-lQbyXd6BKWLjpQNk5TMkiCGdaUa5UJb-siU0BUj5NJE6b6l_wxKY_pXjwfPn_P_fmND8F1wbZjKYmXc2goSZ5nAAEukQHcR-OdDLD23cLtZx9lI2Ti6DL/s320/Grand+Mother+unframed_2.jpg

Panjang umur dan awet muda menjadi dambaan setiap insan sejak jaman dahulu , banyak cara yang
dilakukan oleh raja-raja dan permaisuri di seluruh belahan dunia untuk dapat panjang umur.
Kemajuan ilmu kedokteran barat telah terbukti berhasil menekan angka kematian karena penyakit
infeksi dan meningkatkan usia harapan hidup seseorang, sehingga semakin banyak saja jumlah manusia
lanjut usia ( Lansia ) yang dapat mencapai usia di atas rata-rata hidup.

Download Now

Buku Gratis KIAT SEHAT DI USIA SENJA

Buku Gratis 10 Pedoman Menata Rumah

Posted: 12 Jul 2010 07:21 AM PDT

Buku Gratis 10 Pedoman Menata Rumah

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBfqvaOtez8Lu6KN_juVFNfp7Dc1XVvCxifSU4VoOwYQb1vqoehudpuSFq9pb4tJqv2gpkHdSf6xnlyhUNRfDHBt_oK6aVzQf-FOLyl9vJkebmBB4jXjukraQYnTEeCvZROBpv4pEwYGo/s400/pinkHouse.jpg

Sebetulnya Anda, bisa, kok, jadi arsitek sekaligus desainer interior untuk kediaman Anda sendiri. Tak percaya? Ikuti saja pedoman berikut ini! Jangan tempatkan barang-barang seni/pajangan di atas ketinggian mata/penglihatan rata-rata orang pada umumnya. Taruh dan susun lebih-kurang 150 cm dari lantai. Dengan menggunakan pedoman ini, Anda tidak akan pernah meletakkannya terlalu tinggi. Jika ingin mengelompokkan koleksi barang seni Anda, gunakan pedoman ini untuk garis besar penataan lalu kembangkanlah.

Download Now

Buku Gratis 10 Pedoman Menata Rumah

0 comments:

Post a Comment