Artikel As-sunnah |
| Posted: 26 Sep 2013 08:44 PM PDT Tidak diragukan bahkan seolah telah menjadi kesepakatan dunia termasuk kaum muslimin bahwa negeri yahudi terlaknat yang menjajah Palestina bernama Israel. Bahkan mereka yang mengaku sangat membenci yahudi -sampai melakukan boikot produk-produk yang diduga menyumbangkan dana bagi yahudi- turut menamakan yahudi dengan israel. Akan tetapi sangat disayangkan tidak ada seorang pun yang mengingatkan bahaya besar penamaan ini. ketahuilah dan camkan dalam benak hati setiap muslim bahwa ISRAIL adalah nama lain dari seorang Nabi yang mulia, keturunan Nabi Ibrahim 'alaihis salam yaitu Nabi Ya'qub 'alaihis salam. Allah ta'ala berfirman: كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسْرَائِيلُ عَلَى نَفْسِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ تُنَزَّلَ التَّوْرَاةُ "Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan." (QS. Ali Imran: 93) Israil yang pada ayat di atas adalah nama lain dari Nabi Ya'qub 'alaihis salam. Dan nama ini diakui sendiri oleh orang-orang yahudi, sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibn Abbas radhiallahu 'anhu: "Sekelompok orang yahudi mendatangi Nabi untuk menanyakan empat hal yang hanya diketahui oleh seorang nabi. Pada salah satu jawabannya, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan: "Apakah kalian mengakui bahwa Israil adalah Ya'qub?" Mereka menjawab: "Ya, betul." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ya Allah, saksikanlah." (HR. Daud At-Thayalisy 2846) Kata "Israil" merupakan susunan dua kata israa dan iil yang dalam bahasa arab artinya shafwatullah (kekasih Allah). Ada juga yang mengatakan israa dalam bahasa arab artinya 'abdun (hamba), sedangkan iil artinya Allah, sehingga Israil dalam bahasa arab artinya 'Abdullah (hamba Allah). (lihat Tafsir At Thabari dan Al Kasyaf ketika menjelaskan tafsir surat Al Baqarah ayat 40) Telah diketahui bersama bahwa Nabi Ya'qub adalah seorang nabi yang memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah ta'ala. Allah banyak memujinya di berbagai ayat al Qur'an. Jika kita mengetahui hal ini, maka dengan alasan apa nama Israil yang mulia disematkan kepada orang-orang yahudi terlaknat. Terlebih lagi ketika umat islam menggunakan nama ini dalam konteks kalimat yang negatif, diucapkan dengan disertai perasaan kebencian yang memuncak; Biadab Israil… Israil bangsat… Keparat Israil… Atau dimuat di majalah-majalah dan media massa yang dinisbahkan pada islam, bahkan dijadikan sebagai Head Line News; Israil membantai kaum muslimin… Agresi militer Israil ke Palestina… Israil penjajah dunia…. Dan seterusnya… namun sekali lagi, yang sangat fatal adalah ketika hal ini diucapkan tidak ada pengingkaran atau bahkan tidak merasa bersalah. Mungkin perlu kita renungkan, pernahkah orang yang mengucapkan kalimat-kalimat di atas merasa bahwa dirinya telah menghina Nabi Ya'qub 'alaihis salam? pernahkah orang-orang yang menulis kalimat ini di majalah-majalah yang berlabel islam dan mengajak kaum muslimin untuk mengobarkan jihad, merasa bahwa dirinya telah membuat tuduhan dusta kepada Nabi Ya'qub 'alaihis salam? mengapa mereka tidak membayangkan bahwasanya bisa jadi ungkapan-ungkapan salah kaprah ini akan mendatangkan murka Allah – wal 'iyaadzu billaah – karena isinya adalah pelecehan dan tuduhan bohong kepada Nabi Ya'qub 'alaihis salam. Mengapa tidak disadari bahwa Nabi Ya'qub 'alaihis salam tidak ikut serta dalam perbuatan orang-orang yahudi dan bahkan beliau berlepas diri dari perbuatan mereka yang keparat. Pernahkah mereka berfikir, apakah Nabi Israil 'alaihis salam ridha andaikan beliau masih hidup?! Allah ta'ala berfirman: وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا "Orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mu'min dan mu'minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata." (QS. Al Ahzab: 58) Allah menyatakan, menyakiti orang mukmin biasa laki-laki maupun wanita sementara yang disakiti tidak melakukan kesalahan dianggap sebagai perbuatan dosa, bagaimana lagi jika yang disakiti adalah seorang Nabi yang mulia, tentu bisa dipastikan dosanya lebih besar dari pada sekedar menyakiti orang mukmin biasa. Satu hal yang perlu disadari oleh setiap muslim, penamaan negeri yahudi dengan Israil termasuk salah satu di antara sekian banyak konspirasi (makar) yahudi terhadap dunia. Mereka tutupi kehinaan nama asli mereka YAHUDI dengan nama Bapak mereka yang mulia Nabi Israil 'alaihis salam. Karena bisa jadi mereka sadar bahwa nama YAHUDI telah disepakati jeleknya oleh seluruh dunia, mengingat Allah telah mencela nama ini dalam banyak ayat di Al-Qur'an. Yang Paling Dekat dengan Agama Nabi Ya'qub bukan Orang Yahudi Yang mewarisi agama Nabi Ya'qub dan kakeknya Ibrahim 'alaihimas salam adalah orang-orang yang beriman. Allah Ta'ala berfirman, إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ "Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman." (QS. Ali Imran: 68) Perhatikan pula dalam ayat berikut diceritakan bahwa Ibrahim 'alaihis salam berlepas diri dari orang Yahudi, Nashrani dan orang musyrik. Allah Ta'ala berfirman, مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ "Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik." (QS. Ali Imran: 67) Walaupun orang Yahudi berasal dari keturunan Ibrahim dan Israel (Ya'qub), namun kita umat Islam harus meyakini bahwa mereka adalah musuh-musuh Allah dan musuh para Rasul yaitu Muhammad, Ibrahim dan Israel (Ya'qub). Kedekatan orang Yahudi denga Ibrahim dan Israel (Ya'qub) tidaklah bermanfaat sama sekali karena mereka tidak beriman pada wahyu yang diturunkan oleh Allah. Jadi, orang yang paling dekat dengan Ibrahim dan Ya'qub adalah orang yang beriman dan bukanlah orang Yahudi yang merupakan musuh Allah. Janganlah Mengarahkan Celaan Pada Seorang Nabi Setelah kita tahu bahwa Yahudi bukanlah Israel, lantas pantaskah kita mengarahkan cercaan dan celaan pada Israel atau negeri Israel? Yang lebih tepat adalah cercaan tersebut diarahkan pada mereka orang Yahudi yang merupakan musuh Allah, bukan kepada Israel yakni Nabi Ya'qub yang penuh dengan kemuliaan. Semoga hal ini bisa jadi perenungan bagi kita semua. Ketahuilah bahwa celaan kepada Nabi yang mulia ini yaitu dengan mencela Israel (Ya'qub) tidaklah akan berpengaruh padanya sama sekali sebagaimana pula dahulu orang Quraisy mencela Nabi yang mulia yaitu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, namun celaan tersebut tidak berpengaruh dan dipalingkan dari beliau. Marilah kita merenungkan hadits yang mulia ini, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, أَلاَ تَعْجَبُونَ كَيْفَ يَصْرِفُ اللَّهُ عَنِّى شَتْمَ قُرَيْشٍ وَلَعْنَهُمْ يَشْتِمُونَ مُذَمَّمًا وَيَلْعَنُونَ مُذَمَّمًا وَأَنَا مُحَمَّدٌ "Tidakkah kalian heran, bagaimana Allah bisa memalingkan celaan dan laknat kaum Quraisy padaku. Mereka ingin mencaci dan melaknat orang yang tercela, padahal aku adalah Muhammad (nabi yang mulia)." (HR. Bukhari no. 3533). Kesimpulan: Janganlah kita menyebut orang Yahudi dengan Israel. Dan juga janganlah kita mencela Israel karena dia adalah seorang Nabi yang mulia. Yang lebih pantas dicela dan dicerca adalah orang Yahudi yang merupakan musuh Allah. Inilah yang harus kita renungkan. Sumber: muslim.or.id, rumaysho.com |
| Posted: 26 Sep 2013 11:22 PM PDT Segala puji bagi Allah ta'ala, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka hingga kiamat tiba. Amma ba'du. Tragedi kemanusiaan Suriah belum berhenti sampai sekarang. Ribuan nyawa melayang akibat kekejaman pemerintahan Syi'ah "Bashar Al-Assad". Pembunuhan, pemerkosaan, intimidasi, dan penyiksaan menjadi pemandangan yang mewarnai hari demi hari rakyat Suriah, yang tak kunjung berhenti hingga sekarang. Musibah yang menimpa mereka, merupakan musibah yang menimpa kita pula. Doa dan bantuan kita untuk mereka (sesuai kemampuan kita) adalah keharusan sebagai wujud persaudaraan kita di jalan Allah ta'ala, sebagaimana Firman-Nya إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara." (QS. al-Hujurat: 10) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan kita dengan sabda beliau, لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه "Tidak sempurna keimanan salah seorang dari kalian sampai dia mencintai kebaikan bagi saudaranya sebagaimana yang dia cintai bagi dirinya sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim) Berkaitan dengan hal di atas, banyak Yayasan yang mengkhususkan program untuk membantu kaum Muslimin Suriah. dan bagi para kaum muslimin indonesia yang mempunyai kelebihan harta untuk membantu kesusahan yang sedang dialami saudara-saudara kita Suriah tersebut. Kaum muslimin yang ingin memberikan donasinya, dapat menyalurkannya melalui: Diantara Yayasan atau Lembaga yang mempunyai Program bantuan ke Suriah : 1. Radio Rodja Rekening Resmi Radio Rodja untuk Peduli Kemanusiaan Suriah Bank Syariah Mandiri Nomor rekening: 756 1616 005 Atas nama: Yayasan Cahaya Sunnah Cabang: Cibubur SMS Konfirmasi setelah Transfer Donasi: PEDULI SURIAH(spasi)Nama lengkap(spasi)Alamat(spasi)Jumlah transfer(spasi)tanggal transfer Kirim ke: 081 823 6543 Alamat Studio Radio Rodja, Cileungsi, Bogor Bantuan Anda dapat sampaikan langsung melalui studio Radio Rodja berikut ini. Radio Rodja 756 AM Jl. Pahlawan Kp. Tengah RT03 / RW03 (belakang Polsek Cileungsi) Cileungsi, Bogor – 16820 2. Peduli Muslim Rekening Resmi Peduli Muslim untuk Peduli Kemanusiaan Suriah BNI Syariah Yogyakarta dengan nomor rekening 024.191.3801 atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari SMS Konfirmasi setelah Transfer Donasi: DonasiSuriah#Nama#Alamat#JumlahTransfer#Bank# TanggalTransfer Kirim ke: 0896.3612.86.89 Rekening untuk Biaya Operasional Relawan - Bank BNI Syariah Yogyakarta, no. rekening 0284.8124.96 atas nama Muhammad Oksa - Bank Mandiri, no. rekening 900.00.1741.6141 a.n. Ginanjar Indrajati Bintoro SMS Konfirmasi setelah Transfer Donasi: Kirim ke: +62.8232.258.9997 (Ramdhan Hidayat) 3. YUFID.COM Rekening Resmi YUFID.COM untuk Peduli Kemanusiaan Suriah - BNI Syariah 0221319083 a.n Fajar Septiadi - Bank Muamalat 5350001842 a.n Afzal Moezakkiy Bahrun - Bank Central Asia 8610197257 a.n. Hendri Syahrial, SE - Bank Rakyat Indonesia 023601003260531 a.n. Fajar Septiadi Konfirmasi terkait donasi Suriah melalui email finance@yufid.org atau via SMS ke 0878 82 888 727 (Suriah # Nama # Daerah Asal # Jumlah Donasi # Bank # Tanggal): Laporan Donasi Suriah Dipublikasikan: artikelassunnah.blogspot.com |
| You are subscribed to email updates from Artikel As-Sunnah To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |

0 comments:
Post a Comment